MAKI Jatim Hadirkan Pameran Budaya di Banyuwangi, Dorong Penjualan UMKM Lokal
MAKI Jatim Hadirkan Pameran Budaya di Banyuwangi, Dorong Penjualan UMKM Lokal
Banyuwangi – Pembukaan seremoni pameran The Biggest Culture of Jatim With UMKM/UMKM and Ekraf - Fiesta 2026 berlangsung di halaman Pancoran Waterpark Desa Karangbendo Kecamatan Rogojampi Banyuwangi, Jum'at (30/10/2026).
Sebanyak 20 UMKM besar dan 43 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal Banyuwangi mendapat kesempatan mempromosikan produk mereka melalui pameran The Biggest Culture of Jatim With UKM/UMKM and Ekraf – Fiesta 2026. Menariknya, seluruh pelaku usaha tersebut difasilitasi stan secara gratis oleh penyelenggara.
Pameran budaya dan ekonomi kreatif yang diinisiasi Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Jawa Timur itu berlangsung selama tiga hari, 30 Oktober hingga 1 November 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-15 MAKI Jawa Timur yang jatuh pada 12 Oktober 2026.
Ketua MAKI Jawa Timur Heru Satriyo mengatakan, penyelenggaraan kegiatan di Banyuwangi merupakan tindak lanjut komunikasi dan arahan Gubernur Jawa Timur agar peringatan Hari Jadi Pemprov Jatim tahun ini turut digelar di wilayah ujung timur provinsi tersebut.
Menurut Heru, pemilihan tema The Biggest Culture of Jatim tidak terlepas dari kekayaan budaya Banyuwangi yang terus dijaga dan dilestarikan. Potensi budaya tersebut kemudian dipadukan dengan pemberdayaan UMKM dan pengembangan ekonomi kreatif.
"Ini merupakan bentuk simbiosis mutualisme dan harmonisasi yang kuat antara pelestarian budaya dengan penguatan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Dalam penyelenggaraannya, pameran melibatkan 18 organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan satu OPD Pemerintah Kabupaten Jember. Partisipasi tersebut menjadi yang terbesar dibandingkan penyelenggaraan pameran MAKI Jawa Timur sebelumnya.
Heru menjelaskan, keterlibatan pelaku UMKM menjadi salah satu perhatian utama dalam kegiatan tersebut. Berdasarkan data yang diperoleh MAKI, jumlah pelaku UMKM di Jawa Timur mencapai hampir 8,6 juta. Karena itu, diperlukan dukungan berbagai pihak agar sektor tersebut terus berkembang.
Dia menegaskan, keterlibatan MAKI dalam pemberdayaan UMKM merupakan bagian dari kontribusi lembaga kepada masyarakat. Selama ini, MAKI dikenal menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap penggunaan anggaran negara, baik APBD provinsi, kabupaten/kota, maupun APBN.
Namun, menurut Heru, peran lembaga tidak harus berhenti pada fungsi pengawasan. MAKI juga ingin memberikan manfaat langsung melalui kegiatan yang membuka kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
"Kami ingin keberadaan lembaga ini tidak hanya dikenal melalui fungsi pengawasan, tetapi juga bisa memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Ini merupakan salah satu bentuk pengabdian kami kepada masyarakat Jawa Timur," jelasnya.
Untuk menarik kunjungan masyarakat, panitia menyiapkan sejumlah kegiatan pendukung selama festival berlangsung. Pada hari pembukaan, Jumat (30/10/2026), agenda diisi lomba mewarnai yang diikuti anak-anak jenjang PGTK, PAUD, hingga siswa SD kelas 1 sampai kelas 3. Kegiatan tersebut juga dimeriahkan penampilan seni budaya.
Ketua Panitia Muhammad Jauhari menyebut lomba mewarnai tersebut diikuti sekitar 250 siswa TK dan PAUD. Selain itu, panitia menargetkan sekitar 1.000 peserta dalam kegiatan Jatim Fun Run sejauh lima kilometer yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (1/11/2026).
Pada Sabtu (31/10/2026), rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan fashion budaya dan Deklarasi Anti-Bullying. Kegiatan deklarasi diperkirakan melibatkan sekitar 500 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PGTK, PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK, baik negeri maupun swasta. Sekolah di bawah naungan Kementerian Agama juga turut dilibatkan.
Heru mengatakan, deklarasi tersebut menjadi salah satu perhatian penyelenggara mengingat persoalan perundungan masih menjadi tantangan di lingkungan pendidikan.
Sementara itu, panggung hiburan turut menghadirkan sejumlah penampil selama tiga hari pelaksanaan. Guntur dan Dini Kurnia dijadwalka
Editor :Titus Y







