Rangkaian Istimewa Hari Santri Nasional Banyuwangi
BanyuwangiOknews — Menyambut peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menghadirkan program istimewa berupa pemeriksaan kesehatan gratis bagi para santri di seluruh wilayah kabupaten. Sebanyak 28 ribu santri dari 45 pondok pesantren akan mendapat pelayanan kesehatan menyeluruh melalui kegiatan ini.
Pemeriksaan yang diselenggarakan mencakup pengukuran tekanan darah, pengecekan kadar hemoglobin untuk mendeteksi risiko anemia, pemeriksaan kesehatan mata, serta pemeriksaan gigi dan mulut. Selain itu, tersedia juga layanan konsultasi kesehatan untuk mendiagnosis berbagai penyakit menular, sekaligus pengecekan kondisi kesehatan seperti kadar gula darah, kolesterol, dan indikator kesehatan lainnya.
Bupati Banyuwangi, Ibu Ipuk Fiestiandani, menyampaikan bahwa pelayanan kesehatan gratis ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan seluruh warganya, termasuk para santri dan warga di lingkungan pesantren.
"Santri adalah generasi penerus bangsa. Mereka harus sehat jasmani maupun rohani agar dapat menuntut ilmu dengan baik dan tumbuh menjadi sumber daya manusia yang unggul. Pemeriksaan kesehatan ini bukan sekadar mendeteksi penyakit, melainkan juga memberi pemahaman agar seluruh penghuni pesantren terbiasa hidup sehat," ujar Ibu Ipuk saat di lokasi tinjauan.
Tim medis tak hanya memeriksa kesehatan perorangan, tetapi juga menyampaikan edukasi tentang pola hidup bersih, kesehatan reproduksi, serta peningkatan sanitasi dan kebersihan lingkungan di sekitar pesantren. Santri, ustadz, ustadzah, maupun pengurus yang ditemukan memiliki keluhan kesehatan akan langsung mendapatkan penanganan awal dan dipantau kondisinya secara berkelanjutan oleh puskesmas terdekat.
"Melalui program ini, kami berharap seluruh santri, para pendidik, dan pengurus pesantren dapat menjaga kesehatannya secara berkesinambungan. Semoga pesantren tetap menjadi pusat pendidikan yang produktif — tempat yang sehat, berkah, dan membanggakan," harap Bupati Ipuk.
Pemerintah Kabupaten juga menegaskan akan terus memperkuat kerjasama dan dukungan dengan lembaga pesantren dalam bidang kesehatan, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat.
"Pesantren bukan sekadar tempat belajar agama. Di sana terbentuk akhlak, kedisiplinan, dan kemandirian generasi. Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh pengasuh dan pengurus pesantren atas dedikasi dan pengabdian yang luar biasa," tambah beliau.
Rangkaian peringatan Hari Santri Nasional di Banyuwangi pun diisi berbagai kegiatan bermakna lainnya: Festival Anak Sholeh (18 Oktober), Santri Mengajar (19 Oktober), Rembuk Santri (20 Oktober), Pelatihan Masjid Affiliate (21 Oktober), Santri Entrepreneur (22 Oktober), serta puncaknya Upacara Peringatan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2026
Editor :Titus Y